MATAHARI DAN BULAN KESAYANGANKU
Salam hangat dariku, si bintang pengharap, si bintang jatuh yang dititipkan Tuhan untuk sepasang matahari dan bulanku yang cantik dan tampan. Mereka tidak bersinar dilangit yang luas itu, karena matahari dan bulan kesayanganku bersinar dan indah didalam rumahku yang kecil. Yang membuat rumah menjadi hangat setiap hari.
Mmm, aku ceritakan sedikit tentang aku... Yaa, aku bintang yang tidak cantik aku tidak menarik, aku juga tak bersinar terang karena aku hanya satu titik bintang yang bersinar karena bantuan sinar matahari dan bulanku. Aku bintang yang sangat bergantung dengan sinar matahari dan bulanku, sampai saat itu tiba !! Ketika aku benar-benar mencari sinarku sendirian, "matahari dan bulanku pergi", ketika matahari dan bulanku tak lagi membagi sinar terangnya padaku, "inilah aku bintang yang redup". :'(
Matahari dan bulanku bukan hal yang serasi tapi saling melengkapi. karena kamu tahu kan? Matahari dan bulan tidak bisa hidup berdampingan? Yaa... seperti matahari dan bulanku, aku tidak pernah kehilangan sinarnya, matahari dan bulanku, ketika malam atau pagi hari tiba mereka tetap menyinariku :) menyinari hidupku "si bintang redup" itu. Mereka matahari dan bulanku yang paling tampan dan cantik di dalam rumahku sebelum bertabrakan dan hancur :')
Matahari dan bulan hanya gambaranku tentang mereka, yang Tuhan titipkan cinta, rasa rindu dan menitipkan aku. Betapa aku sangat mengagumi mereka, memuja mereka "Orang yang menghadirkan aku kesini". Terima kasih :).
Matahariku itulah ayahku, pria yang tampan (mungkin kalau ada pemilihan ayah tertampan, aku pilih dia "matahariku"). Dia berkumis tebal, pemimpin yang hebat walau terkadang lupa mengecilkan suaranya didalam rumah lantas bersuara keras, berteriak dan berbicara agak mengancam padaku (mungkin matahariku lupa ini didalam rumah bukan tempatnya ia memimpin pasukan matahari) tapi matahariku bisa juga sangat kaku dan tak bisa berkata apa-apa dan menjadi tukang rengek lalu menangis, matahariku juga bisa menjadi kasar buatku, matahariku bisa berlaku seenaknya... membuat memar biru dibagian tubuhku atau menyekapku dalam ruang gelap itu berjam jam! tapi ia tetap menjadi matahariku yang paling tampan dan memberi warna di kehidupanku :') (I miss You Dad !)
Bulanku, itulah mamaku, wanita yang cantik, kurus kecil dan keibu-ibuan ia rela berkorban tapi juga pengkhayal yang hebat, bisa menggambarkan keindahan pada suatu yang buruk. "imajinasi yang tinggi" tapi bulanku bisa sangat lemah, ia dikendalikan tapi tidak bisa mengendalikan :') (i love you Mom !)
"Bintang yang redup" itulah aku, aku sempat akan bersinar tapi sebelum matahari dan bulanku saling bertabrakan dan hancur!! Tidak sedikit pun matahari dan bulanku meninggalkan sedikit pantulan sinarnya untuk menyinariku. "Aku harus mencari sinarku sendiri", aku kehilangan arah aku kehilangan pegangan aku tumbang aku jatuh dan terperangkap dalam gelap aku harus kemana? pergi kemana dan untuk siapa? aku ingin enyahkan semua ingatan ku ! tentang semua hal! tentang semua kebahagiaan. Tentang semua mimpi dan harapan yang aku titipkan pada matahari dan bulanku, tentang rasa "bahagia" sebelum semuanya berubah seperti ini. sampai saat semuanya benar-benar berantakan. Aku pernah berhenti percaya Tuhan masih menyisakan keindahannya untukku ! :'(
Itu bermula karena matahari dan bulanku pergi saling menjauh, tidak bertegur sapa tidak melemparkan senyuman tidak berbagi kehangatan tidak berbagi kasih. Hanya menyinarkan kebenciannya saja. Berantakan dan yang aku lakukan "Hanya mengumpulkan serpihan itu" setidaknya serpihan itu masih memberikan sedikit sinarnya untuk menyinari harapanku. :')
Walaupun matahari dan bulanku berantakan, aku "si bintang redup" itu tetap mengagumi dan memuja mereka. Mereka mendewasakan aku memberikan banyak pembelajaran hidup.
Matahari dan bulanku terima kasih untuk waktu yang mempertemukan kita terima kasih untuk sinarnya yang aku kagumi terima kasih pernah memberikan harapan besar dan mimpi indah untukku. Aku mencintai matahari dan bulanku yang berantakan tapi menjadi kesayanganku.
Bintang kecilmu
Nissagitha
Hehe
BalasHapus